Kamis, 25 Februari 2021

IP ADDRESS

 

Apa itu Alamat IP? Pengertian dan Jenis-Jenisnya

alamat ip adalah

Dewasa ini, Anda tak perlu pergi ke mana-mana untuk mencari berbagai informasi yang diinginkan. Anda dapat mengaksesnya dalam hitungan detik melalui web. Kemudahan ini bisa didapatkan dengan adanya koneksi internet dan perangkat yang bisa terhubung.

Namun, barangkali Anda belum tahu bahwa hal tersebut dapat terjadi berkat macam komponen penting. Salah satunya adalah alamat IP (Internet Protocol) yang memungkinkan perangkat Anda, baik itu PC, laptop, atau ponsel, untuk terkoneksi dengan internet.

Apa itu alamat IP sebenarnya? Dalam artikel ini Anda akan menemukan jawabannya.

Pengertian Alamat IP

Banyak orang telah beralih ke media sosial sebagai media komunikasi. Akan tetapi, setidaknya setiap orang memiliki dan menggunakan nomor telepon agar dapat terhubung dengan sesama.

Bayangkan diri Anda dan orang lain sebagai perangkat komputer dan alamat IP sebagai nomor telepon masing-masing.

Dengan kata lain, alamat IP adalah sebaris angka yang dimiliki setiap komputer, ponsel, atau gawai “pintar” lainnya yang terhubung melalui internet. Angka-angka ini berbeda di setiap perangkat dan digunakan untuk menghubungi satu sama lain.

Lalu, bagaimana seseorang bisa mengakses sebuah situs di internet dengan nomor-nomor tersebut? Perlu Anda diketahui juga bahwa semua situs merupakan kumpulan file dan data yang dijalankan pada server hosting tempat mereka disimpan - yang juga merupakan perangkat komputer.

Oleh karena itu, masing-masing website memiliki alamat IP sendiri, seperti 74.125.224.72 yang digunakan oleh mesin pencari Google. Namun, alamat IP situs seseorang mungkin sama dengan yang dimiliki webmaster lainnya. Hal ini akan memberikan informasi pada bagian lain artikel ini.

Fungsi Alamat IP

Seperti yang telah koneksi sebelumnya, alamat IP ada agar setiap perangkat yang dapat menggunakan internet bisa menghubungi satu sama lain. Akan tetapi, barisan angka ini juga memiliki fungsi lainnya.

Selain dianalogikan sebagai nomor telepon, alamat IP juga bisa diumpamakan sebagai nama orang dan alamat rumah. Mengapa?

Pertama, alamat IP juga merupakan identitas sebuah komputer dalam jaringan internet. Dengan demikian, pemilik sebuah situs dapat melihat semua alamat IP yang mengakses situsnya. Hal tersebut juga berlaku pada jaringan Wi-Fi publik.

Kedua, alamat IP berfungsi sebagai alamat pengiriman data ke perangkat Anda. Ketika Anda mengakses sebuah situs, sebenarnya ada proses pengunduhan data yang dikirim dari situs tersebut. Proses tersebut dimungkinkan berkat alamat IP.

Versi Alamat IP

Saat ini sudah ada lebih dari satu miliar situs web di dunia maya. Ditambah lagi, jumlah perangkat yang terhubung dengan internet pastinya lebih banyak dari itu. Oleh, kini ada dua versi alamat IP yang digunakan, yaitu IPv4 dan IPv6.

IPv4

Inilah versi alamat IP yang telah dipakai sejak internet mulai dimanfaatkan secara komersial. Selain itu, versi inilah yang paling banyak digunakan. Kemungkinan besar saat ini Anda sedang memakainya juga.

Sebuah alamat IPv4 memiliki panjang angka 32 bit dan terdiri dari empat kumpulan angka yang diambil oleh titik. Masing-masing kumpulan angka tersebut adalah representasi desimal dari delapan digit (bit) angka biner.

Satu baris yang terdiri dari delapan angka biner tersebut juga disebut oktet. Setiap oktet bernilai maksimal 255. Karenanya, alamat IPv4 memiliki rentang dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255. Dengan rentang tersebut, IPv4 dapat menampung hampir 4,3 miliar alamat IP.

Agar anda dapat mengilustrasikan penjelasan tersebut, berikut adalah beberapa contoh alamat IPv4:

  • 172.16.254.1
  • 172.146.80.100
  • 192.168.1.3
  • 172.16.254.1

IPv6

Versi alamat IP ini belum digunakan secara luas, tetapi diciptakan karena kapasitas IPv4 yang kian menipis. IPv6 memiliki panjang angka 128 bit dan terdiri dari delapan kumpulan angka dan huruf yang diambil oleh titik dua. Masing-masing kumpulan tersebut merupakan representasi desimal dari 16 angka biner.

Oleh kemungkinan kemungkinan kombinasi angka dan huruf yang ada, IPv6 dapat menampung 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat. Dengan ini, dunia pastinya tidak akan kekurangan alamat IP untuk waktu yang cukup lama.

Salah satu contoh alamat IPv6 adalah 2001: cdba: 0000: 0000: 0000: 0000: 3257: 9652. Namun, kumpulan yang hanya terdiri dari angka nol biasanya tidak ditulis agar praktis. Lalu, bagian yang dihilangkan ditunjukkan dengan adanya dua tanda titik dua seperti berikut: 2001: cdba :: 3257: 9652.

IP Publik dan IP Privat

Alamat IP yang dikategorikan dalam dua jenis cakupannya, yaitu publik dan privat.

Publik

Sesuai namanya, alamat IP dengan jenis ini dapat diakses melalui jaringan internet. Oleh karena itu, alamat IP yang dimiliki oleh segala perangkat yang diperuntukkan khalayak umum. Situs web server, email server, dan router Wi-Fi adalah beberapa contoh perangkat yang menggunakan alamat IP publik.

Baik alamat IP publik maupun privat memiliki rentang angka satu (dan dibagi beberapa kelas yang akan mempertimbangkan pada bagian selanjutnya). Alokasi untuk rentang angka IP address diatur oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Apabila ada organisasi (contoh penyedia layanan internet) yang ingin mendapatkan jatah IP publik, ia harus meminta izin ke badan otoritatif tersebut. 

Privat

Alamat IP berjenis privat digunakan untuk komunikasi pada jaringan lokal. Contoh perangkat yang memiliki alamat IP privat adalah laptop, PC, dan ponsel. Masing-masing perangkat tersebut dapat berkomunikasi dengan satu sama lain tidak melalui koneksi internet, tetapi pada jaringan lokal seperti jaringan akses lokal (LAN).

Nah, pada titik ini mungkin pertanyaan berikut muncul di benak Anda: bagaimana komputer saya bisa mengakses sebuah website jika alamat IP-nya berjenis privat? Jawabannya adalah karena perangkat tersebut melakukan melalui alamat IP publik milik router internet Anda sebagai perantara.

IP Dinamis dan IP Statis

Penyedia layanan internet sebenarnya memberikan dua jenis alamat IP, yaitu dinamis dan statis. Berikut adalah penjelasan atas.

Dinamis

Alamat IP dinamis adalah jenis yang biasanya dimiliki oleh umum, termasuk Anda. Alamat IP ini diberikan oleh penyedia layanan internet secara cuma-cuma, tetapi tidak bersifat abadi.

Mengapa demikian? Telah menyatakan bahwa saat ini jumlah alamat IP yang dapat digunakan semakin menipis. Karenanya, alamat IP digunakan secara bergiliran. Nah, penyedia layanan internet pula yang bertanggung jawab atas hal ini.

Alamat IP dinamis dapat berubah satu kali setiap minggu, bulan, atau tahun. Namun, mulai ulang perangkat atau router internet pun dapat menyebabkan pergantian ini.

Statis

Berkebalikan dengan jenis di atas, alamat IP “pemesanan” oleh pihak yang statis.

Pengguna yang melakukan reservasi terhadap satu atau lebih alamat IP termasuk penyedia layanan web hosting , virtual private network (VPN) , dan server file transfer protocol (FTP ). Mereka membutuhkan alamat IP yang tidak berubah karena layanan yang ada padanya.

Tentunya, Anda harus membayar sejumlah biaya yang diberikan oleh penyedia layanan internet untuk mendapatkan alamat IP statis.

Shared IP dan Dedicated IP

Jika Anda menjalankan satu atau lebih situs web, perlu diketahui bahwa ada dua jenis alamat IP yang digunakan oleh server web hosting, yaitu shared dan dedicated IP .

IP bersama

Dengan penjelasan sebelumnya mengenai IP publik, masa lalu Anda sudah paham bahwa masing-masing situs server memiliki satu alamat IP.

Nah, shared IP biasanya terdapat pada server shared hosting , di mana semua penggunanya berbagi seluruh sumber daya server tersebut, termasuk alamat IP-nya. Tak hanya itu, semua domain milik seorang pengguna juga memakai alamat IP yang sama.

IP Khusus

Jika IP yang dipakai bersama-sama oleh semua pengguna pada suatu server, IP khusus hanya digunakan oleh satu domain.

Meskipun jenis alamat IP pada umumnya yang ditawarkan pada server dedicated hosting dan cloud VPS hosting , beberapa penyedia layanan web hosting memperbolehkan pelanggannya untuk menggunakan IP dedicated pada server shared hosting.

Kelas Alamat IP

Alamat IP IPv4 juga dibagi beberapa kelas. Masing-masing memiliki rentang angka serta jumlah maksimal alamat IP dan jaringan:

  • Kelas A
    Rentang angka: 0.0.0.0 - 127.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP: 16.777.216
    Jumlah maksimal jaringan: 128
  • Kelas B
    Rentang angka: 128.0.0.0 - 191.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP: 1.048.576
    Jumlah maksimal jaringan: 16.384
  • Kelas C
    Rentang angka: 192.0.0.0 - 223.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP: 65.536
    Jumlah maksimal jaringan: 2.097.152
  • Kelas D
    Rentang angka: 224.0.0.0 - 239.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP: tidak didefinisikan
    Jumlah maksimal jaringan: tidak didefinisikan
  • Kelas E
    Rentang angka: 140.0.0.0 - 255.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP: tidak didefinisikan
    Jumlah maksimal jaringan: tidak didefinisikan

Penutup

Alamat IP adalah sebaris angka yang digunakan oleh semua perangkat komputasi untuk berhubungan melalui internet.

Ada dua versi alamat IP, yaitu IPv4 yang telah digunakan sejak masa awal internet dan IPv6 yang baru-baru ini diciptakan untuk menutup kekurangan kuota alamat IP. Di samping itu, alamat IP juga dibedakan menjadi beberapa jenis dan kelas.

Alamat IP dapat dimanfaatkan untuk melakukan koneksi jarak jauh dengan perangkat lain dan server. 

SILAHKAN ISI ABSEN DAN ISIAN SINGKAT 
https://forms.gle/dFSejTEfwJSE4Wey5

Kamis, 18 Februari 2021

Pengertian Model OSI Dan DOD

 


Pengertian model OSI 
Model referensi jaringan terbuka OSI( OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).sebelum munculnya OSI sistem jaringan sangat tergantung pada pemasok .OSI berupaya  membentuk standar jaringan untuk menunjang reabilitas antar pemasok yang berbeda . dalam jaringan besar yang terdapat protok jaringan yang berbedah dan tidak ad suatu protokol yang sama memuat banyak perangkat yang tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisiatif ini mengalami kegagalan.
Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Standar model ini, jika dibandingkan dengan model  DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
  • Model ini dianggap sangat kompleks. fungsi (seperti metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
  • Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.

Pemerintah Amerika Serikat mendukung protokol OSI  Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP).  usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.

OSI  Model ini pun akhirnya dilihat sebagai  model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model.
http://www.sisco25.com

OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
http://www.sisco25.com
7 macam OSI Layer beserta Fungsi dan Protokol yang ada di dalamnya :

1. Application Layer.
Lapisan ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup  aplikasi jaringan berkomunikasi dengan layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.
Berfungsi sebagai antarmuka dan mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.

Protokol yang berada dalam Application Layer :
  1. HTTP (Hyper Text Transfer Protocol ) Protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dan web dalam sebuah web browser, melalui www. HTTP juga merupakan protokol yang meminta dan menjawab antar klien dan server.
  2. FTP (File Transfer Protokol) Protokol internet yang berjalam dalam layer aplikasi yang merupakan standar untuk mentransfer file komputer antar mesin-mesin dalam sebuat jaringan internet.
  3. NFS (Network File system)Jaringan protokol yang memungkinkan pengguna di klien komputer untuk menngakses file melalui jaringan dengan cara yang sama dengan bagaiman penyimpanan lokal yang diaksesnya.
  4. DNS (Domain Name System)Protokol yang digunakkan untuk memberikan suatu nama domain pada sebuah alamat IP agar lebih mudah diingat.
  5. POP3 (Post Office Protocol)Protokol yang digunakan untuk mengambil mail dari suatu mail transfer agent yang akhirnya mail tersebut akan di dowbload kedalam jaringan local.
  6. MIME (Multipurpose Internet Mail Exension)Protokol yang digunakan untuk mengirim file binary dalam bentuk teks.
  7. SMB (Server Messange Block)Protokol yang digunakan untuk mentransfer server-server file ke DOS dan Windows.
  8. NNTP (Network News Transfer Protocol)Protokol yang digunakan untuk menerima dan mengirim newsgroup.
  9. DHCP (Dynamic Configuration Protocol)Layanan yang memberikan no IP kepada komputer yang meminta nya secara otomatis.

2. Presentation Layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protokol yang berada dalam Presentation Layer :

  1. TELNET. Protokol yang digunakan untuk akses remote masuk ke suatu host, data berjalan secara lain teks.
  2. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) Salah satu protokol yang biasa digunakan dalam pengiriman e-mail di internet atau untuk mengirimkan data dari komputer pengirim e-mail ke server e-mail penerima.
  3. SNMP (Simple Network Management Protocol) Protokol yang digunakan dalam suatu manajemen jaringan.
3. Session Layer
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Protokol yang berada dalam Session Layer :

  1. NETBIOS. Berfungsi sebagai penyiaran pesan maksud nya memungkinkan user mengirim pesan tunggal secara serempak ke komputer lain yang terkoneksi.
  2. NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface) Berfungsi sama dengat NETBIOS hanya sedikit di kembangkan lagi dengan menambahkan fungsi yang memungkinkan bekerja dengan beragam perangkat keras dan perangkat lunak.
  3. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol) Berfungsi protokol ini memantau aliran datadiantara dua komputer dan untuk memeriksa aliran data tersebut tidak terputus.
  4. PAP (Printer Access Protocol) Berfungsi printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk dan untuk mengendalikan bagaimana pola komunikasi antar node.
  5. SPDU (Session Protokol Data unit) Berfungsi mendukung hubungan antara dua session service user.
4. TRANSPORT LAYER
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu level ini juga membuat tanda  bahwa pakettelah di terima dengan sukses.

Protokol yang berada dalam Transport Layer :

  1. TCP (Trasmission Control Protocol)Protokol yang menyediakan layanan penuh lapisan transport untuk aplikasi.
  2. UDP (User Datagram Protocol)Protokol connectionless dan proses-to-procces yang hanya menambahkan alamat port, cheksum error control dan panjang informasi data pada layer di atasnya.

 5. Network Layer
Berfungsi untuk mengatur alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
Protokol yang berada dalam Network Layer :

  1. IP (Internetworking Protocol) Mekanisme transmisi yang digunakan untuk menstransportasikan data dalam-dalam paket yang disebut datagram.
  2. ARP (Address Resulotion Protocol) Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik dari sebuah komputer.
  3. RARP (Reverse Address Resulotion Protocol) Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat fisik melalui IP komputer.
  4. ICMP (Internet Control Message Protocol) Mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah pada hostnya.
  5. IGMP (Internet Group Message Protocol) Protokol yang digunakan untuk memberi fasilitas message yang simultan kepada group penerima.

6. Data-link layer
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :

  1. PPP (Point to Point Protocol) Protokol yang digunakan untuk point to point pada suatu jaringan.
  2. SLIP (Serial Line Internet Protocol) Protokol yang digunakan untuk menyambung serial.

7. Physical layer
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Protokol yang berada dalam Physical Layer :
Tidak mempunyai protokol yan spesifik di layer ini, bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem, pada layer ini hanya mengirimkan bit bit data.


Model DOD (Department of Defence America)
http://www.sisco25.com
Model DOD dikeluarkan oleh Department of Defence America, TCP/IP adalah jenis protokol yang pertama yang digunakan dalam hubungan Internet. Referensi model DOD hanya terdiri dari empat lapisan yang dapat dibandingkan dengan model OSI, dimana ada kesamaan dan perbedaan dalam fungsi-fungsinya.

Tabel 3. Lapisan-Lapisan Model DOD
http://www.sisco25.com

Lapisan Model DOD
Model DOD hanya mempunyai empat lapisan yang merupakan gabungan dari lapisan-lapisan model OSI dalam menjelaskan hubungan antara kedua model tersebut.
A.    Lapisan Process/Aplication
B.     Lapisan Host to Host
C.     Lapisan Internet
D.    Lapisan Network Access

A. Lapisan Process/Application.
Protokol-protokol yang berfungsi di lapisan atas atau lapisanprocess/application model DOD ini antara lain adalah:
  1. Telnet (Telecommunication Network) Telnet berguna bagi seorang pemakai komputer untuk mengakses ke komputer lain dari jauh(remote). Telnet menggunakan port 23 untuk berhubungan dengan lapisan transport. ProtokolTelnet membuat kedua komputer yang berhubungan berfungsi sebagai terminal virtual.
  2. FTP (File Transfer Protocol) FTP berfungsi untuk memindahkan file dari komputer satu ke komputer lain lewat jaringan. FTPmenggunakan port 21 dan bekerja dengan protokol TCP yang menggunakan hubunganconnection oriented. Berbeda dengan Telnet, FTP tidak dapat menjalankan suatu program dariremote komputer. Akses dari FTP terbatas untuk fungsi-fungsi pengaturan file dari komputer satu ke komputer yang lain, serta membuat direktori untuk file-file tersebut.
  3. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) SMTP berfungsi untuk mengatur pengiriman elektronik mail. SMTP menggunakan port 25, cara kerja SMTP sangat mirip dengan cara kerja FTP, serta juga menggunakan protokol TCP.
  4. TFTP (Trivial File Transfer Protocol) TFTP adalah FTP yang disederhanakan dan menggunakan port 69. TFTP bekerja dengan menggunakan protokol UDP yang menggunakan hubungan Connectionless oriented yang tidak mengontrol hasil perpindahan file.
  5. Kerberos . Kerberos adalah protokol untuk keamanan (security) yang menggunakan suatu peralatan yang disebut authentication server. Protokol ini berfungsi untuk memeriksa password dan enkripsi yang digunakan. Kerberos banyak digunakan pada sistem operasi Unix.
  6. DNS (Domain Name System) DNS adalah suatu sistem yang memungkinkan translasi suatu nama dari suatu host dalam jaringan komputer atau Internet menjadi alamat IP. Dengan menggunakan DNS, maka suatu hostdapat diberi nama yang mudah diingat dibandingkan dengan mengingat nomor-nomor alamat IP.DNS menggunakan arkitektur hierarki dalam pemberian namanya.
  7. SNMP (Simple Network Management Protocol) Simple Network Management Protocol (SNMP) memberikan suatu cara untuk mengawasi dan mengatur peralatan-peralatan dalam jaringan komputer.
  8. RPC (Remote Procedure Call) Remote Procedure Call (RPC) berguna untuk membuat fungsi remote transparent seperti berada di lokal.
  9. X Windows. X Windows adalah protokol yang memberikan sarana multitasking untuk sistem operasi Unix.
B. Lapisan Host-To-Host
Lapisan DOD yang setingkat dengan lapisan transport adalah lapisan host-to-host.
Protokol yang berfungsi di lapisan transport atau host-to-host ini adalah:

  1. TCP (Transmission Control Protocol) TCP berfungsi untuk mengubah suatu blok data yang besar menjadi segmen-segmen yang diberi nomor dan disusun secara berurutan, agar si penerima dapat menyusun kembali segmen-segmen tersebut seperti waktu pengiriman.
  2. UDP (User Datagram Protocol) UDP adalah jenis protokol connectionless oriented. UDP bergantung pada lapisan atas untuk mengontrol keutuhan data. Oleh karena penggunaan bandwidth efektif, UDP banyak digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak peka terhadap gangguan jaringan seperti SNMP dan TFTP.

C. Lapisan Internet
Lapisan model DOD yang setaraf dengan lapisan network disebut lapisan internet.
Protokol-protokol yang berfungsi pada lapisan ini antara lain:

  1. IP (Internet Protocol) IP adalah protokol yang memberikan alamat atau identitas logika untuk peralatan di jaringan. IPmenggunakan notasi angka berjumlah 32 bit yang dibagi menjadi empat kelompok dalam memberikan alamat tersebut. Alamat IP disebut alamat logika karena dibuat oleh perangkat lunak, di mana alamat tersebut secara dinamis dapat berubah jika peralatan ditempatkan di jaringan yang lain.ARP (Address Resolution Protocol)
  2. ARP adalah protokol yang mengadakan translasi dari alamat IP yang diketahui menjadi MAC address. Kegunaan ARP adalah Membuat alamat logika seperti alamat IP tak bergantung pada peralatan. Dan penggantian suatu kartu jaringan hanya mengubah MAC address dan tidak mengubah alamat IP.
  3. RARP (Reverse Address Resolution Protocol) RARP adalah protokol yang berguna untuk mengadakan translasi dari MAC address yang diketahui menjadi alamat IP. Router menggunakan protokol RARP ini untuk mendapatkan MAC address dari suatu alamat IP yang diketahui.
  4. BOOTP (BootStrap Protocol) BOOTP adalah protokol yang digunakan untuk proses boot dari diskless workstation. Dengan protokol bootstrap ini, suatu alamat IP dapat diberikan ke suatu peralatan di jaringan.
  5. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Kelanjutan dari protokol bootstrap yaitu DHCP yang dapat memberikan alamat IP secara otomatis ke suatu workstation yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasiclient server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok alamat IP yang dapat diberikan pada suatu DHCP client.
  6. ICMP (Internet Control Message Protocol) ICMP adalah protokol yang berguna untuk melaporkan jika terjadi suatu masalah dalam pengiriman data. Memberitahukan jika ada paket yang tidak sampai ke tujuan. Memberitahukan pengiriman jika memori buffer di router penuh. Memberitahukan pengirim bahwa paket telah melewati jumlah batas maksimum dan akan diabaikan.
D. Lapisan Network Access
Gabungan lapisan sambungan data dan lapisan fisik model OSI disebut lapisan bawah yang oleh referensi model DOD disebut lapisan network access

Setelah mempelajari materi diatas silahkan isi absen melalui link di bawah ini!

Kamis, 04 Februari 2021

CRIMPING KABEL UTP

 

Cara Crimping Kabel LAN RJ45 Yang Baik dan Benar
Cara Crimping Kabel LAN RJ45 Yang Baik dan Benar
Cara Crimping Kabel LAN RJ45 Yang Baik dan Benar - Banyak diantara praktisi IT networking masih salah mengcrimping kabel lan dan RJ45, kesalahan tersebut sangat tidak baik untuk kesehatan jaringan yang akan datang.

Pada awalnya crimping yang salah mungkin terkoneksi tapi biasanya masalah akan timbul dikemudian hari seperti diskoneksi karena kurang kencang crimpingnya atau juga gigitan pin tidak tembus sehingga tidak konek. Hal ini sering sekali saya temukan di tempat kerja saya.


Tempat kerja saya, pembangunan jaringan kabelnya menggunakan vendor tapi setup jaringan saya kerjakan sendiri mulai dari konfigurasi router sampai dengan server. Dalam beberapa bulan kemudian saya sering sekali diskoneksi jaringan lantaran kabel tidak terkoneksi dengan baik ke switch hub.

Karena kabel tidak tercrimping dengan baik saya sering bolak balik benerin kabel lan tersebut, kadang saya tekan ujung kabel agar lebih masuk ke switch kadang juga saya oglek-oglek biar nyambung.

Terlalu keseringan benerin kabel lan akhirnya saya crimping ulang semua kabelnya. Setelah saya crimping ulang, masalah koneksi jaringan terjaga dengan baik atau stabil. Mungkin masalah yang timbul dikemudian hari kabel di gigit tikus atau putus di tengah.

Berikut ini contoh crimping kabel LAN yang salah dan benar :
Crimping Yang Salah, Salah Crimping, Kabel Lan, RJ45Cramping Yang Benar, Benar Cramping Kabel Lan, RJ45
Gambar A - Crimping Yang SalahGambar B - Crimping Yang Benar

Penjelasan :
  • Gambar A : Pada gambar diatas gambar A merupakan contoh pengcrimpingan yang salah karena pelindung kabel (yang warna abu-abu) tidak terjepit di rongga RJ45. Hal ini tidak baik untuk kestabilan jaringan karena suatu saat kabel ini mudah diskoneksi.
  • Gambar B : Pada gambar B terlihat tidak adanya rongga antara RJ45 dan kabel LAN, hal tersebut dikarenakan pelindung kabel (yang warna abu-abu) ikut terjepit pada bagian rongga RJ45. Dengan terjepitnya kabel LAN di RJ45 maka kabel tidak akan mudah terlepas sehingga kestabilan koneksi tetap terjaga.

Gambar diatas merupakan contoh atau gambaran agar kita bisa menilai mana kabel LAN yang benar dan salah, terlepas dari kabel yang benar dan salah ada baiknya kita mengikuti langkah-langkah mengcrimping kabel LAN yang baik dan benar.



Langkah-Langkah Membuat Kabel LAN


Untuk contoh pengkabelan disini saya menggambarkan pembuatan kabel LAN bertipe Straight bukan tipe crossover. Kabel straight biasanya digunakan pada jaringan dari komputer ke switch hub atau perangkat lain yang hendak dihubungkan ke switch hub, sedangkan kabel cross lebih sering digunakan pada model komputer to komputer atau router to router.

Berikut ini Langkah-langkah Membuat Kabel LAN Tipe Straight :

1. Siapkan kabel UTP, RJ45, Tang Crimping dan Tester LAN

Persiapan sebelum membuat kabel lan dibutuhkan peralatan dan bahannya yaitu :
  • Kabel UTP Cat5
  • Konektor RJ45
  • Tang Crimping
  • Tester LAN

lihat gambar dibawah ini :
Kabel UTP Cat5Konektor RJ45Tang CrimpingTester LAN, LAN Tester
Kabel UTP Cat5Konektor RJ45Tang CrimpingTester LAN

Berapa harga dari peralatan dan bahan diatas ? harga yang akan saya munculkan merupakan kisaran harga dan bukan harga mutlak, jadi ini hanya sebagai patokan saja yah.

Berikut ini daftar harga gambar diatas :
  • Kabel UTP Cat5 jenis Belden kalau beli 1 dus panjang 305 meter dikisaran Rp. 2.000.000,- sedangkan jika kita ingin belinya meteran juga bisa, kalau tidak salah 1 meter Rp. 5.000,- (ini untuk yang original USA) Untuk yang Cina permeternya dikisaran Rp. 3.500,-
  • Konektor RJ45 ini jika beli 1 pak isi 50pcs dikisaran harga Rp. 150.000,- kalau beli eceran di toko listrik 1 pcs seharga Rp. 1.500,- sd Rp. 3.000,-.
  • Tang Crimping berguna untuk menjepit konektor RJ45 dan kabel LAN serta memotong kabel, untuk harga tang ini cukup murah dikisaran harga Rp. 30.000,- sd 1.000.000,- (tergantung merek)
  • Tester LAN berguna untuk mengecek apakah crimping kabel sudah benar atau tidak, untuk harganya dikisaran Rp. 30.000,- sd Rp. 100.000,-
Pastikan seberapa kebutuhan panjang kabel lan yang akan anda buat untuk efisiensi bugjet, yang penting tidak panjang dan tidak pendek.


2. Potong Pelindung Kabel Pada Bagian Ujung Kabel UTP 

Potong disini bukan dipotong habis sama isinya kabel, melainkan bagian luar atau pelindung kabel tembaga UTP. Potong kira-kira 4cm dari ujung kabel lalu renggangkan kabel dalamnya atau lihat gambar dibawah ini :
Pengaturan Posisi Kabel UTP Straight, Cara Crimping Kabel LAN
Potong Kabel dan Atur Posisi Kabel Warnanya (Straight)

Jika sudah diatur posisi warnanya sesuai gambar diatas, lalu rapatkan setiap kabel warna tersebut seperti gambar diatas lalu potong pada bagian kabel warna kira-kira tersisa 1.4cm atau lihat gambar dibawah ini :
Potong Kabel UTP
Potong Kabel dan Atur Posisi Kabel Warnanya (Straight)

Pastikan sebelum memotong kabel tersebut sudah benar urutan kabelnya. Lakukan langkah diatas pada kedua ujung kabel dengan sama.

3. Masukkan Ujung Kabel UTP Ke RJ45


Kabel UTP yang sudah di potong seperti langkah 2 diatas segera masukkan ujung kabel tersebut ke konektor RJ45 atau lihat gambar dibawah ini :
Cara Pasang Kabel UTP Yang SalahCara Pasang Kabel UTP Yang Benar
Cara Pasang Yang SalahCara Pasang Yang Benar

Perhatikan cara pemasangan kabel utp ke rj45 jangan sampai terbalik, lihat gambar diatas. Jika pemasangan terbalik dapat dipastikan anda gagal membuat kabel LAN. Lakukan tahapan diatas pada kedua ujung kabel jangan sampai beda pelaksanaannya.

Jangan lupa dorong kabel utp kedalam rj45 dengan benar sampai ujung kabel mentok di ujung rj45 dan juga pastikan pelindung kabel utp tepat dibawah penjepit rj45 (lihat gambar B diatas).

4. Gunakan Tang Crimping Untuk Menjepit dan Mendorong PIN di RJ45

Persiapkan tang crimping untuk menjepit dan mendorong pin pada ujung rj45, pastikan pin rj45 menusuk kabel utp dengan benar, untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini :
Cara Crimping Kabel LAN
Cara Crimping Kabel LAN

Pada tahap ini anda sudah selesai membuat kabel lan dengan baik dan benar, untuk memastikan kabel lan tersebut berfungsi atau tidak ikuti langkah dibawah ini.

5. Cek Kabel LAN Dengan Tester LAN


Pada tahap ini kita akan memastikan kabel lan yang sudah kita buat berfungsi atau tidak, untuk memastikannya gunakan LAN Tester untuk pengecekkannya.

Berikut caraya :
  • Siapkan kabel LAN lalu masukkan kedua ujung konektor ke LAN Terster. Lihat gambar dibawah ini.
  • LAN Tester, Cara mengecek kabel LAN
    LAN Tester
  • Turn On LAN Tester untuk memulai pengecekan kabel. Cara mengetahui tester kabel benar atau tidak begini caranya :
  • - Jika Lampu indikator pada urutan 1 sd 8 menyala berurutan dari 1 sd 8 pada kedua sisi, dapat dipastikan kabel lan berfungsi dengan baik.
    - Jika Lampu indikator pada urutan 1 sd 8 ada yang tidak menyala pada kedua sisi, berarti kabel lan tersebut salah pasang atau salah urutan warna kabel atau juga kabel tidak tercrimping dengan baik dan benar.
    - Ulangi langkah-langkah diatas jika memang kabel lan tidak berfungsi dengan baik.
    - Langkah ini untuk testing kabel straight jadi tidak berlaku untuk kabel crossover.  

Sedikit Tips dari saya :
  • Pada saat membangun jaringan kabel usahakan tangan tidak terkontaminasi dengan makanan agar keadaan kabel LAN steril, sehingga tikus tidak terpancing untuk menggigitnya.
  • Untuk lebih safety atau lebih aman, kabel yang ada di bagian atas plafon atau dalam dinding sebaiknya gunakan paralon untuk melindungi kabel secara permanen.
  • Beri Label pada kedua ujung kabel lan agar memudahkan kita untuk mapping.

Pahami Materi di atas kemudian isi Absen di link berikut :
https://forms.gle/rq6xmFSbPNa9AsVn9